"apa sih bedanya Polaroid (klasik) & Fuji Instax?"

menanggapi ide thoughtful dari Boit, saya pun terpicu untuk menuliskan perbedaan Polaroid (Polaroid disini merujuk pada Polaroid klasik) dan Fuji instax dari sudut pandang saya :D

okay, so here we go!

menurut saya, sebenarnya kalau ditilik dari sudut pandang ke-instan-an, sebenarnya sama saja sih Polaroid maupun Fuji Instax.
mereka sama-sama memuntahkan slide segera setelah jendela shutter membuka dan menutup.
slide yang mereka muntahkan sama-sama develop right before ur eyes *note: only if u stick ur eyes to it for a several minutes afterwards.

yang beda adalah,

ukuran gambar
walau dimensi fisik slide Polaroid dan Instax ga jauh beda, tapi dimensi area gambar yang tercetak jauh berbeda. biasanya dimensi gambar Instax lebih jauh (skala perbandingannya lebih besar, objek dalam foto tercetak lebih kecil) dari dimensi yang tercetak di Polaroid. mau itu instax mini, atau wide, hasil area (range) gambarnya lebih kecil daripada Polaroid.

movement & history
Polaroid jelas adalah pioneer. kamera instan pertama di dunia, diperkenalkan pertama kali oleh Dr. Edwin Land dibawah merk dagang POLAROID. secara design, kamera Polaroid juga lebih mekanik analog, lebih ngulik dan thoughtful. semacam yang minta dikomentarin, “edan, kepikiran aja ya bikin pake sistem kaya gini?!”
namun di taun 2008 lalu mereka kalah bersaing dengan kamera digital, bangkrut, dan memberhentikan produksi film Polaroid. mungkin memang sudah saatnya, karena semakin kesini orang jelas pilih yang praktis. tapi meme Polaroid ternyata tidak berhenti disitu karena beberapa mantan karyawan Polaroid lalu membeli pabrik filmnya dan memulai riset kembali dari nol, untuk kembali memproduksi film yang compatible dan menghidupkan kembali kamera-kamera Polaroid klasik. movement ini yang berbeda dengan kamera instan biasa.
waktu itu orang-orang dari Polaroid company bilang, “u’re doing the impossible” maka dari itu mereka menamakan diri mereka “The Impossible Project”. tapi ternyata mereka berhasil, alih-alih gagal, mereka mendapat dukungan dari para pengguna kamera polaroid klasik di seluruh dunia yang menanggapi usaha mereka dengan tidak kalah seru dan kreatifnya, sehingga menciptakan semacam komunitas tersendiri.

nah, kalau ternyata fuji bisa melihat bahwa kamera instan masih memiliki pasar, itu mata bisnis tajam lain yang membuktikan, kamera instan memang masih memiliki peminat. menggunakan paten Polaroid, ia memproduksi kamera yang lebih kecil, diferensiasi terhadap Polaroid original. dan mereka benar, kamera-kamera kekinian itu masih laku. jadilah Polaroid ikutan memproduksi sesuatu yang baru dengan menggaet Lady Gaga sebagai art director nya.

sementara Impossible Project masih juga berjalan dengan diferensiasi dan pasar nya yang tertentu.

lagi-lagi, Fuji Instax ataupun Polaroid sebetulnya sama saja. hanya kalau boleh dibilang, Fuji Instax lebih kekinian, lebih pop. sedangkan Polaroid lebih edgy, lebih cult.

kualitas gambar
kualitas warna citra yang dihasilin sama instax dan polaroid juga jauh berbeda. kalau yang dicari adalah gambar mini-mini dengan warna yang vivid keluar mendekati atau sama persis dengan aslinya, maka instax lah yang kamu butuhkan. tapi, kalau kamu mencari tone warna yang lebih artsy dan eksploratif, kamu pasti dying to the bone sukanya sama hasil image-image Polaroid.
yang menarik adalah, warna-warna pada citra Polaroid bisa memberikan kesan yang berbeda di setiap  hasilnya. vintage, oldies, silent happiness, private, sendu, wah..banyak deh, tergantung objek apa yang kita tangkap.
ya memang, Polaroid lebih repot dan mahal, but it worth every single shot.

camera
kamera Fuji Instax perlu 4 buah baterai AA, sedangkan kamera Polaroid klasik tidak membutuhkan baterai luar sama sekali. baterai mereka sudah tertanam jadi satu (integrated) dengan cartrige film-nya.


***

Polaroid itu lebih romantic.

[Romantic: idelistic yet impractical] 
source: Wiktionary

ideal tapi tidak praktis.
atau..mungkin sesuatu yang ideal itu memang tidak akan pernah praktis :]

well, semua kembali ke tanganmu. pilihan bebas, seluas-luasnya ada di tanganmu. apakah foto-foto itu akan berhenti di laci, album, tembok, atau ia akan sampai kemana-mana, sejauh-jauhnya :p bawa hobi itu menjadi sesuatu yang lebih berarti :]

free ur mind and let ur heart decide.

live with no fear, push ur limit, live freely!

salam analog,
Riset Indie: Polaroid 

  1. risetpolaroid posted this
Short URL for this post: http://tmblr.co/Z_h3ixC1y7Me